Distributor Pemadam Kebakaran

Artikel Pemadam Api

Artikel Pemadam Api (4)

Cara Pemadaman KebakaranTerdapat 3 (tiga) cara untuk mengatasi/memadamkan kebakaran :

  • Cara penguraian yaitu cara memadamkan dengan memisahkanatau menjauhkan bahan / benda-benda yang dapat terbakar
  • Cara pendinginan yaitu cara memadamkan kebakaran denganmenurunkan panas atau suhu. Bahan airlah yang paling dominandigunakan dalam menurunkan panas dengan jalanmenyemprotkan atau menyiramkan air ketitik api.
  • Cara Isolasi / lokalisasi yaitu cara pemadaman kebakarandengan mengurangi kadar / prosentase O2 pada benda-bendayang terbakar.
  • Bahan Pemadam KebakaranBahan peadam kebakaran yang banyak dijumpai dan dipakaipada saat ini antara lain :
  1. Bahan pemadam Air
  2. Bahan pemadam Busa (Foam)
  3. Bahan pemadam Gas CO2
  4. Bahan pemadam powder kering (Dry chemical)
  5. Bahan pemadam Gas Halon (BCF)

Bahan pemadam Air- Bahan pemadam air mudah didapat, harga murah, dapat digunakandalam jumlah yang tak terbatas bahkan tidak perlu beli/gratis.

- Air disamping menurunkan panas/suhu (mendinginkan) dapat pula menahan/menolak dan mengusir masuknya oksigen apabila dikabutkan.

- Pada saat ini bahan pemadam kebakaran air banyak digunakandengan sistim/bentuk kabut (Fog), karena mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan pancaran air antara lain :

  • a. Mempunyai kemampuan menyerap panas (pendingainan ) lebihbesar. 1 liter air yang dipancarkan dapat menyerap panas 30 kcal,sedangkan bila dikabutkan 1 liter air dapat menjadi uap sebanyak1.600 lt dan akan menyerap panas sampai 300 kcal.
  • b. Peyemprotan nozzel lebih mudah dikendalikan, dengan mengaturnozzel pancaran dapat dikendalikan bahkan sistim kabut (fog)
  • c. Menghasilkanudara segar
  • d. Dapat digunakan pada kebakaran minyak (Zat cair)

Keuntungan dan kerugian bahan air :

Keuntungan:

  1. sebagai media pendingin yang baik
  2. mudah didapat dan besar jumlahnya
  3. biaya eksploitasi rendah

Kerugian :

  1. menghantar listrik
  2. dikapal dapat mengganggu keseimbangan(stabilitas)
  3. dapat merusak barang-barang berharga tertentuseperti alat-alat elektronik
  4. menambah panas apabila terkena karbit kopramentah, atau bahan-bahan kimia tertentu
  • Bahan pemadam Busa (Foam)- Bahan pemadam busa efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B(minyak, solar dan cairnya), untuk memadamkan kebakaran bendapadat (Kelas A) kurang baik , Seperti diketahui bahwa pemadam kebakaran dengan bahan busaadalah dengan cara isolasi yaitu mencegah masuknya udara dalamproses kebakaran (api), dengan menutup/menyelimuti permukaanbenda yang terbakar sehingga api tidak mengalir.

Menurut proses pembuatannya terdapat dua jenis busa yaitu :a. Busa kimia ( Chemis )b. Busa mekanis- Busa kurang sesuai untuk disemprotkan pada permukaan cairan yangmudah bercampur dengan air (Alkohol, spirtus) karena busa mudahlarut dalam air

  • Bahan pemadam Gas CO2- Bahan pemadam kebakaran CO2 atau karbon dioksida berupagasdan dapat digunakan untuk memadamkan segala jenis kebakaranterutama kelas C. Dengan menghembuskan gas CO2 akan dapatmengusir dan mengurangi prosentase oksigen (O2) yang ada diudarasampai 12 % – 15 %- Gas CO2 ini lebih berat dari pada udara dan seperti gas-gas lain tidakmenghantar listrik, tidak berbau dan tidak meninggalkan bekas/bersih.
  • Bahan pemadaman Tepung (powder) kimia kering (drychemical)- Dry chemical dapat digunakan untuk semua jenis kebakaran,- Tidak berbahaya bagi manusia / binatang karena tidak beracun,
  • Bahan dry chemical disebut sebagai bahan pemadam kebakaranyang berfungsi ganda (multi purpose extinguisher)
  1. Tidak menghantar listrik,- Powder berfungsi mengikat oksigen (isolasi) dan juga dapat mengikatgas-gas lain yang membahayakan,
  2. Dapat menurunkan suhu,- Mudah dibersihkan dan tidak merusak alat-alat,

 

Penyebab terjadinya kebakaran banyak disebabkan oleh korsleting listrik. Untuk itu ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk mencegah bahaya kebaran yang disebabkan korsleting listrik.

Di bawah ini kami informasikan tips mencegah bahaya kebakaran akibat korsleting listrik:

1. Percayakan pemasangan instalasi rumah/bangunan anda pada instalatir yang terdaftar sebagai anggota AKLI (Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN. Secara legal instalatir mempunyai tanggung jawab terhadap keamanan instalasi.

2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik.

3. Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar walaupun harganya murah. Tetapi memiliki sertifikat Sistim Pengawasan Mutu (SPM) yang berlabel tulisan atau,

4. Jika sering putus jangan menyambungnya dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu.

5. Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi pembungkus kabel, bila ada isolasi yang terkupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian. Gantilah instalasi rumah/bangunan anda secara menyeluruh minimal lima tahun sekali. pekerjaan pemeriksaan dan penggantian sebaiknya dilakukan oleh instalatir anggota AKLI dan terdaftar di PLN.

6. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.

7. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Mini Circuit breaker (MCB) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari kWh meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air bila masih ada arus listrik.

8. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. PLN telah memasang MCB yang terpadu dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek.

9. Hindari pemakaian listrik secara illegal karena disamping membahayakan keselamatan jiwa, tindakan itu juga tergolong tindak kejahatan yang dipidanakan.

Jadi sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi seperti musibah kebakaran menimpa Anda, sebaiknya kita melakukan tindak pencegahan. Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati!

Cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan APAR, Tabung pemadam, Alat Pemadam Kebakaran, Fire Extinguisher | Cara mengoperasikan alat pemadam kebakaran yg berbahan kimia kering. Menggunakan alat pemadam api sangatlah mudah dan siapa saja dapat melakukannya. Hanya dengan mengikuti langkah-langkah mudah berikut:

Cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan APAR

 

 

Tarik Segel, Cabut Pin, Tekan dan Sembur atau Pull, Aim, Squeeze and Sweep (PASS)

  1. Tarik Segel / Tanggalkan alat keselamatan dari pemadam api
  2. Pastikan alat pemadam api ditegakkan.
  3. Cabut Pin / Tanggalkan alat keselamatan yang dilengkapkan yaitu kunci valve (Pen)
  4. Arahkan muncung alat (Nozzle) ke pangkal api
  5. Pastikan anda berada pada jarak kira-kira 1 hingga 1.5 meter dari api
  6. Tekan pegangan / valve atas alat pemadam api

Apabila api sudah dipadamkan, buka semua pintu dan buka jendela agar supaya udara segar masuk. Buka semua Jendela agar udara segar dapat masuk. Gunakan cara menyapu ketika penyemburan alat pemadam api Alat Pemadam Api Ringan APAR, Tabung pemadam, Alat Pemadam Kebakaran, Fire Extinguisher dilakukan pada seluruhan bagian api. Semburkan ke arah api dengan cara menyapu (sweep).

Sistem Kerja Alat Pemadam Api Powder

  1. Type Cartridge Alat pemadam api jenis kimia kering yang sistem kerjanya menggunakan tabung gas CO2 / N2 dalam konstruksinya dapat diletakkan di dalam atau di luar tabung alat alat pemadam.
  2. Type stored pressure Alat pemadam api jenis kimia kering yang sistem kerjanya dibantu dengan CO2 / N2 yang dalam kontruksinya ditempatkan bersamaan dalam satu tabung alat pemadam api untuk mengetahui tekanan CO2 / N2 tersebut dapat dilihat pada manometer.
  3. Proses Kerja Alat Pemadam Jenis Kimia Kering Type Cartridge : Tekan pengatup / handle pengoperasian, gas CO2 / N2 keluar dari tabung cartridge melalui pipa keluar, gas bercampur dengan tepung kimia kering di dalam tabung sehingga gas akan mendorong tepung kimia kering melalui pipa keluar / selang dan pemancar.

Type Stored Pressure : Tekan pengatup / handle pengoperasian, gas CO2 / N2 mendorong tepung kimia kering keluar melalui pipa keluar, selang dan pemancar.

Cara Penggunaan Tabung CO2 Pertama kali angkat dari tempatnya dandibawa ketempat terjadinya kebakarankemudian lepaskan pengaman, corong dipegangpada gagang yang mempunyai penyekat agartangan tidak luka karena suhu dingin.Arahkan corong kenyala api dan tekan tangkaipenekannya. Gerakkan corong kekanan dankekiri secara menyapu sehingga gas CO2secepatnya dapat mengurangi nyala api.

SIFAT – SIFAT CO2 DI DALAM PEMADAMAN

  1. Penyelimutan ( Smothering )
  2. Pendinginan ( Cooling )
  3. Dapat memutuskan rantai reaksi
  4. Tidak menyebabkan karat
  5. Dapat menurunkan kadar O2 sampai 12% - 15%
  6. Berat CO2 1.5 x berat udara
  7. Tidak menghantarkan arus listrik
  8. Sangat baik digunakan di dalam ruangan

Cara penggunaan APAR Busa :

  1. Turunkan / ambil alat pemadam busa dari tempatnya
  2. Bawa ke tempat kebakaran ( posisi alat tegak )
  3. Cara mengambil alat tersebut dipanggul atau dijinjing
  4. Balik apar tersebut dengan posisi miring atau tegak.
  5. Arahkan semprotan tersebut ke sasaran yang terbakar.

CATATAN: Apabila benda padat yang terbakar, arah semprotan bisa langsung ke benda yang terbakar. Apabila benda cair yang terbakar, arah semprotan pada dinding sebelah dalam tempat benda cair yang terbakar.

SIFAT – SIFAT ALAT PEMADAM API BUSA

  1. Penyelimutan ( smothering )
  2. Mencegah penguapan bahan bakar
  3. Pendinginan ( cooling )
  4. Melokalisir benda yang terbakar
  5. Tidak boleh untuk memadamkan kebakaran listrik

Perhatikan Faktor Penting dalam Pemadaman :

  1. Arah angin
  2. Jenis benda yang terbakar
  3. Volume benda yang terbakar
  4. Berapa lama telah terbakar
  5. Situasi, kondisi dan lingkungan
  6. Keselamatan diri :
    Peralatan dan perlengkapan yang digunakan seperti kain pelindung, selimut api dll.- Asap tebal akibat proses kebakaran
    - Kemungkinan terjadinya ledakan
    - Kemungkinan terjadinya radiasi

Sikap Dan Tindakan Dalam Cara Pemadaman Kebakaran

A. Harus selalu disertai resque operator (fire marshall)

  1. Tegas dan disiplin
  2. Yakin akan kemampuan diri
  3. Tenang, waspada, tanggap akan situasi
  4. Kompak dalam kerjasama (team work)
  5. Cepat bertindak dan efisien

B. Perlu latihan secara rutin

 

Yang sering kita ketahui banyak penyebab dari kebakaran yang terjadi di perusahaan atau di pabrik-pabrik disebabkan oleh sumber aliran listrik yang kurang baik atau bisa juga akibat terbakarnya bahan-bahan yang mudah terbakar. Potensi terjadinya kebakaran di perusahaan sangatlah besar dikarenakan setiap hari ada aktifitas didalamnya. Tak mengenal kapan dan dimana kebakaran itu akan terjadi setiap hari menghantui di kehidupan kita. Oleh karena itu sebelum terjadinya kebakaran kita harus sudah siap melakukan pencegahan agar meminimalisir terjadinya kebakaran. Adapun hal-hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran :

Siapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau bisa disebut juga Alat Pemadam Api yang berbentuk tabung sangatlah penting berada disekitar area perusahaan, karena disaat terjadi kebakaran Alat Pemadam Api ini paling pertama dicari untuk memadamkan api, jika disuatu perusahaan tidak memiliki Alat Pemadam Api maka ini sangat membahayakan bagi para pekerja yang terjebak kobaran api disaat terjadinya kebakaran, pentingnya penyediaan Alat Pemadam Api ini juga sudah dianjurkan oleh Pemerintah Indonesia sesuai SOP yang berlaku. Dan jangan lupa untuk selalu rutin memeriksa Alat Pemadam Api tersebut agar disaat terjadinya kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dapat berfungsi dengan baik.

 

Periksa Stop Contact / Saklar Aliran Listrik

Di dalam perusahaan tentu kita sudah tau penggunaan listrik sangatlah besar sekali, dimana aliran listrik mengalir ke lampu, komputer, ruang server, apalagi kalau disuatu perusahaan terdapat produksi, maka resiko kebakaran pun sangatlah besar. Untuk itu ceklah sekala berkala di setiap aliran listrik dimana takut ada kabel yang bolong yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Korsleting Listrik adalah salah satu penyebab dari sekian banyaknya terjadinya kebakaran.

 

Jangan Membuang Pemantik Api Ditempat Sampah Yang Mudah Terbakar

Terkadang kita lupa disaat kita sehabis merokok kita langsung membuang puntungnya ditempat sampah, kita tidak mengetahui bahwa didalam tong sampah terdapat benda-benda yang mudah terbakar seperti kertas, plastik, dll. Maka dari itu sebelum kita membuang puntung rokok atau pemantik api lainnya pastikan sudah tidak ada lagi bara/pemantik api yang menyala agar kebakaran tidak terjadi.

 

Jangan Meninggalkan Kompor Saat Sedang Digunakan Di Pantri (Jika Ada)

Terkadang kita suka menggunakan kompor untuk memasak sesuatu disaat waktu istirahat tiba, misal kita ingin memasak air atau mie instant, tetapi jangan sekali-kali kita meninggalkan kompor disaat sedang menyalah, karena itu bisa mengakibatkan kebakaran. Kenapa demikian ? air yang sedang kita masak diatas suhu 70ºC lama-lama akan mengering sehingga mengakibatkan kobaran api menjadi besar. Sudah sangat sering sekali terjainya kebakaran akibat dari pemakaian kompor yang ditinggal begitu saja baik di rumah maupun ditempat-tempat yang memiliki dapur (pantri).

Baca Juga : Cara Mengunakan Alat Pemadam Api

Mari kita cermati secara seksama bahwa kebakaran selalu menghantui di kehidupan kita, kita tidak tahu kapan kebakaran itu akan terjadi dan apa penyebabnya, banyak contoh dijalan raya disaat sedang berkendara menggunakan motor maupun mobil, kendaraan tersebut tiba-tiba saja mengeluarkan asap setelah itu terbakar kemungkinan besar diakibat aliran listrik kendaraan tersebut mengalami korsleting sehingga menyambar bahan bakar yang ada dikendaraan tersebut. Begitupun di Perusahaan potensi terjadinya kebakaran sangatlah tinggi sekali, kitapun harus mawas diri agar bisa meminimalisir terjadinya kebakaran. Sekarang apa yang harus kita lakukan jika terjadi kebakaran ? oke kita akan bahas satu persatu

1)       Usahakan memadamkan api sebisa mungkin, apabila yang terbakar adalah kompor maka segera padamkan dengan menggunakan kain atau goni yang sudah dibasahi terlebih dahulu;

2)       Jangan sekali-kali menyiramkan air ke kompor yang sedang terbakar karena  apai akan membesar secara tiba-tiba dan sangat membahayakan diri anda;

3)       Bila yang terbakar adalah peralatan listrik, segera putuskan aliran listrik secepatnya dan padamkan apinya dengan menggunakan bahan yang tidak menghantar arus listrik seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis Powder, atau CO2, tapi bila listrik memang benar-benar sudah tidak berarus lagi barulah dapat anda padamkan dengan manggunakan air;

4)       Bila ternyata api tidak mampu anda padamkan, utamakan keselamatan diri anda dan orang-orang yang ada di dalam gedung/bangunan dan segeralah minta bantuan kepada masyarakat sekitar anda sambil berteriak-teriak minta tolong serta upayakan agar segera menghubungi dinas pemadam kebakaran setempat  ke nomor telepon 113, berikan informasi yang jelas dan lengkap  seperti apa yang terbakar dan dimana lokasinya;

5)       Bila yang terbakar adalah di lingkungan kerja, segera tekan tombol alarm kebakaran agar semua penghuni dan petugas di gedung datang membantu;

6)       Bila terkurung asap, usahakan segera keluar dengan cara merangkak untuk menghindarkan asap;

7)       Hindarilah untuk berlindung di kamar mandi atau toilet karena tempat itu tidak aman untuk lokasi berlindung;

8)       Siapkan jalur alternatif untuk menyelamatkan diri dan  dapat digunakan untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran;

9)       Bila pada bangunan anda terdapat jeruji atau teralis, usahakan agar jeruji atau teralis tersebut dapat dibuka dari dalam (tidak dilas mati) agar lebih mudah digunakan untuk menyelamatkan diri;

10)   Jika Anda mengalami luka akibat terbakar, secepatnya dinginkan dengan air yang dingin atau  es dan dapat juga disirami dengan air mengalir lalu kemudian olesi dengan obat luka bakar, hindarilah menggunakan odol gigi; Bila luka bajkar cukup parah segera minta bantuan dengan tim medis atau dokter.